Perkembangbiakan Anggrek

Setelah kita membahas jenis anggrek, hama dan penyakit yang menyerang tanaman anggrek, sekarang sudah tiba saatnya bagi admin untuk sharing tetang perkembangbiakan tanaman bunga anggrek agar kelestarian bunga anggrek bisa dipertahankan dengan proses perkembangbiakannya. Secara umum perkembang biakan tanaman anggrek tidak jauh berbeda dengan proses perkembangbiakan tanaman lainnya. Adapu proses perkembangbiakan pada tanaman dilakukan dengan cara generatif dan vegetatif. Perkembang biakan secara generatif adalah perkembangbiakan pada tumbuhan yang terjadi dengan proses penyerbukan. Sedangkan proses penyerbukan itu sendiri bisa difahami sebagai satu peristiwa dimana serbuk sari jatuh ke kepala putik. Berdasarkan asal serbuk sarinya, kegiatan penyerbukan bisa dibedakan menjadi penyerbukan sendiri (penyerbukan yang terjadi bila benang sari yang jatuh pada kepala putik berasal dari bungan itu sendiri), penyerbukan tetangga (penyerbukan yang terjadi jika serbuk sari yang jatuh di kepala putik berasal dari bunga lain tetapi masih pada satu pohon), penyerbukan silang (penyerbukan yang terjadi apabila serbuk sari yang jatuh di kepala putik berasal dari bunga lain yang sejenis tetapi berbeda pohonnya), penyerbukan bastar (penyerbukan yang terjadi apabila serbuk sari yang jatuh di kepala putik berasal dari bunga lain yang tidak sejenis)
  

Bagian Bunga
Bagian-Bagian Bunga



Perkembangbiakan vegetatif adalah perkembaangbiakan yang terjadi tanpa proses penyerbukan. Lantas bagaimanakah kedua proses perkembangbiakan ini terjadi pada tanaman anggrek..?
Info detailnya kita lanjutin yuk.....

Penggunaan MediaTanam Buatan dalam Perkembangbiakan Generatif

Buah anggrek merupakan buah lentera yang artinya buah tersebut akan pecah ketika matang. Pada saat matang, bagian buah yang akan membuka merekah adalah bagian tengah buah, bukan pada bagian ujung ataupun pangkal buah. Bentuk buah tanaman bunga anggrek berbeda-beda, bergantung pada jenis anggreknya. Biji anggrek matang yang keluar dari buah anggrek tidak sama seperti kebanyakan biji pada tanaman lainnya. Ukuran biji bunga anggrek mikroskopis hampir menyerupai tepung dan dalam jumlah yang sangat banyak (bisa mencapai jutaan biji). Karena biji anggrek tidak mempunyai cadangan makanan maka dengan sendirinya biji anggrek tidak dapat berkecambah. Dibutuhkan pasokan makanan tambahan dari sejenis jamur yang hidup di dalam akar anggrek dewasa, yang disebut mikhoriza agar biji anggrek bisa berkecambah.

Teknik menanam biji anggrek dengan menggunakan media buatan dewasa ini telah banyak dikembangkan. Dengan menggunakan media tanam buatan maka para pecinta anggrek bisa mengatur seberapa banyak zat-zat kimia yang harus diberikan pada media tanam tersebut agar biji tanaman anggrek bisa berkecambah dengan baik.

Penggunaan media tanam buatan dalam mengecambahkan biji anggrek dapat menaikkan prosentase keberhasilan perkecambahan biji anggrek secara alami dari 5% sampai 8% perkecambahan menjadi 60% sampai 80% selama faktor-faktor berikut bisa dipenuhi dalam proses perkecambahan.

1.    Karbohidrat
Sukrosa dan fruktosa adalah gula sederhana golongan oligosakarida yang mengandung unsur karbohidrat. Pada umumnya unsur karbohidrat jenis inilah yang dibutuhkan pada proses perkecambahan pada medium buatan. Sukrosa dan fruktosa akan digunakan oleh biji anggrek sebagai cadangan makanan sebelum tunas membentuk makanan sendiri dan untuk proses perkecambahan (tunas keluar dari biji)

2.    Nitrogen
Merupakan senyawa amonia, nitrat dan urea yang digunakan sebagai bahan utama pembentukan sel-sel tmbuhan pada proses perkecambahan.

3.    Mineral
Mineral yang dibutuhkan adalah mineral yang mengandung unsur kalium (K), magnesium (Mg), kalsium (Ca) dan fosfor (P). Mineral ini dibutuhkan dalam jumlah yang banyak dan dalam bentuk senyawa kompleks. Jika mineral ini tidak ada, maka tunas anggrek yang telah berkecambah akan mati, sebaliknya, jika kandungan mineral yang ada melebihi dari jumlah yang semestinya atau terlalu pekat maka tanaman anggrek akan mengalami keracunan. Kandungan unsur-unsur mineral yang dianjurkan adalah 40 mg/L media

4.    Penyinaran
Syarat pokok yang harus tersedia dalam proses pembentukan cadangan makanan adalah kegiatan penyinaran untuk melakukan kegiatan fotosintesis. Penyinaran yang dibutuhkan adalah 400 sampai 3000 lux yang bisa diperoleh dari sinar matahari difus, lampu neon dan lampu Cool White. Ukuran umum yang digunakan sebagai parameter pengukuran adalah lampu neon putih dengan daya 40 watt yang di letakkan pada jarak 1,5 hingga 2 meter dari rak tempat botol perkecambahan. Semakin kecil daya yang digunakan maka jarak lampu ke tanaman harus semakin dekat

5.    Suhu
Untuk keseluruhan jenis anggrek, temperatur optimal yang sebaiknya digunakan adalah 20 0C – 25 0C. Penggunaan temperatur yang terlalu tinggi akan menyebabkan kelayuan kecambah karena terjadinya penguapan air yang terlalu besar, sedangkan jika temperatur terlalu rendah akan menyebabkan pertumbuhan kecambah sangat lambat.  

6.    pH (Tingkat Keasaman)
pH media tanam buatan yang dibutuhkan harus berkisar 4,8 sampai 5,2 dengan toleransi kisaran antara 3,6 hingga 7,6. Pertumbuhan tunas anggrek keasaman media dapat mengalami perubahan.

7.    Vitamin dan Hormon
Unsur ini digunakan untuk memacu pertumbuhan tunas dalam bentuk senyawa murni. Vitamin dan hormon bisa diperoleh dari penggunaan zat aditif seperti pisang, kentang, buah tomat

Wah.. ternyata sudah malam nich... admin butuh istirahat malam ini. Sekian dulu ya sob.... admin janji akan melanjutkan tulisan ini dilain kesempatan

2 komentar: